Sunday, September 26, 2010

waktu Indonesia

mungkin ngga semua orang Indonesia begini, dan beberapa temen saya juga ada yang tidak begini.
berawal dari perkataan seorang teman,yang langsung membuat saya berpikir, 'oooo..orang Indonesia'

sore itu saya berjanji dengan beberapa teman untuk datang ke tempat janjian jam 5 sore, namun jadi dimajukan waktu janjiannya jadi jam 4 sore, karena alasan takut terlambat untuk datang ke acaranya.
namun ketika saya pergi untuk menjemput salah satu teman saya *saat itu jam 4 kurang*, teman tersebut belum siap dan bilang
'janjiannya jam 4 kan? berangkatnya dari tempat janjian nanti jam 5 kan?'

memang, sudah sangat umum di Indonesia untuk memajukan waktu jam perjanjian dengan alasan supaya bisa menunggu yang telat.
misal, kita sebenarnya akan berangkat jam 3 sore tapi kita memberitahu pserta janjian untuk datang jam 2. hal itu untuk antisipasi adanya pesrta yang datang terlambat supaya ketika benar2 jam 3 maka kita akan berangkat.

orang Indonesia memang dikenal dengan keterlambatannya.
mungkin dalam segala hal, dari mulai petinggi-petinggi pemerintahan sampai rakyat biasa.
terlalu sibuk? mungkin..tapi mungkin juga kita hanya didera kemalasan dalam bergerak dan untuk memulai sesuatu.
saya terkadang juga termasuk dalam orang di atas sana.
terkait dengan blog saya sebelumnya yang berbicara tentang kemalasan, dan menunda-nunda sesuatu.

namun, apa salahnya jika kita datang secara tepat waktu?
kalau kita dibilang janjian jam 2 apa salahnya jika benar2 bersiap untuk datang secara tepat waktu jam 2?

saya jadi teringat lagi ketika ada seorang professor dari jepang yang akan naik kereta, namun kereta tersebut datang terlambat setengah jam dari waktu keberangkatannya.
dan beliau hanya bilang 'well..it's quite on time..'
padahal di jepang, ketepatan waktu itu ada sampai pada hitungan menit dari waktu kedatangan kereta. dan di Indonesia telat setengah jam sudah dianggap biasa.

blog ini bukan ditujukan hanya untuk satu orang, sungguh.
hanya merasa tergelitik dengan kenyataan yang saya pikir menjadi suatu kebiasaan bangsa yang besar ini.

No comments: